Pemanfaatan Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum canum) sebagai Permen Herbal
Pencegah Bau Mulut
Eko Budiyanto1, Hendry setiyawan2, Ardi Yuli Wardani3, dan Winda Nirmala4
1) Mahasiswa
Pendidikan Kimia S1, 2), 3), 4) Mahasiswa Kimia S1
Universitas Negeri Yogyakarta
RINGKASAN
Bau mulut
menjadi hal yang paling dihindari oleh semua orang karena mengganggu
kepercayaan diri pemiliknya. Pada umumnya bau mulut timbul dikarenakan oleh adanya
bakteri penyebab bau mulut atau juga disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang
tertinggal di dalam mulut. Di sisi lain daun kemangi (Ocinum canum) memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antimikroba namun pada umumnya masyarakat belum
efektif dalam memanfaatkannya keunggulan tersebut. Pada umumnya masyarakat menggunakan daun kemangi sebagai garnis dalam
makanan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk mengoptimalkan
pemanfaatan daun kemangi sebagai pencegah bau mulut yang disebabkan adanya
bakteri yaitu dengan mengubah daun kemangi menjadi permen yang bertujuan agar
masyarakat lebih menggemari daun kemangi dan dapat dikonsumsi kapan dan
dimanapun. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) Mengetahui karakteristik
permen herbal dari ekstrak daun kemangi (Ocinum
canum)yang meliputi kadar gula, kadar air, dan kadar seratn (b) Mengetahui
konsentrasi optimum ekstrak daun kemangi (Ocinum
canum) untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut (Streptococcus viridans) (c) Mengetahui
tingkat
kesukaan masyarakat terhadap permen herbal dari ekstrak daun kemangi (Ocinum
canum).
Prosedur
penelitian yang dilakukan meliputi empat tahapan yaitu (a) Pembuatan permen herbal dari ekstrak daun kemangi
(Ocinum canum) (b) Uji karakteristik permen herbal ari ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) (c) Uji daya
hambat ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus
viridans (d) Uji penerimaan masyarakat (organoleptik). Pembuatan permen herbal
ini dibuat dengan variasi ekstrak lalu dilakukan uji karakteristik seperti
analisis kadar air, kadar gula, kadar serat kasar dan analisis kadaluarsa.
Setelah di uji karakteristiknya permen herbal ini di uji daya hambatnya
terhadap pertumbuhan bakteri untuk mengetahui sejauh mana kemampuan permen
kemangi ini dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan tahapan yang terakhir dalam
penelitian ini yaitu menguji sejauh mana masyarakat menyukai permen herbal
kemangi ini.
Dari penelitian ini diharapkan
memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun
kemangi (Ocinum canum), maka semakin
besar pula daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus
viridans. Sehingga permen herbal dari ekstrak daun kemangi ini dapat
mencegah timbulnya bau mulut.
Mbak pembuatan atau mencari bakteri streptococcus viridans di jogja dimana ya mbak? Terimakasih
BalasHapus