Jumat, 17 Februari 2012


Pemanfaatan Ekstrak Daun Kemangi (Ocinum canum) sebagai Permen Herbal Pencegah Bau Mulut

Eko Budiyanto1, Hendry setiyawan2, Ardi Yuli Wardani3, dan Winda Nirmala4
1)  Mahasiswa Pendidikan Kimia S1, 2), 3), 4)  Mahasiswa Kimia S1
Universitas Negeri Yogyakarta

RINGKASAN

Bau mulut menjadi hal yang paling dihindari oleh semua orang karena mengganggu kepercayaan diri pemiliknya. Pada umumnya bau mulut timbul dikarenakan oleh adanya bakteri penyebab bau mulut atau juga disebabkan oleh sisa-sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut. Di sisi lain daun kemangi (Ocinum canum) memiliki kandungan flavonoid yang bersifat antimikroba namun pada umumnya masyarakat belum efektif dalam memanfaatkannya keunggulan tersebut. Pada umumnya masyarakat  menggunakan daun kemangi sebagai garnis dalam makanan. Dengan demikian solusi yang ditawarkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun kemangi sebagai pencegah bau mulut yang disebabkan adanya bakteri yaitu dengan mengubah daun kemangi menjadi permen yang bertujuan agar masyarakat lebih menggemari daun kemangi dan dapat dikonsumsi kapan dan dimanapun. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) Mengetahui karakteristik permen herbal dari ekstrak daun kemangi (Ocinum canum)yang meliputi kadar gula, kadar air, dan kadar seratn (b) Mengetahui konsentrasi optimum ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut (Streptococcus viridans) (c) Mengetahui tingkat kesukaan masyarakat terhadap permen herbal dari ekstrak daun kemangi (Ocinum canum).
Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi empat tahapan yaitu (a) Pembuatan permen herbal dari ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) (b) Uji karakteristik permen herbal ari ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) (c) Uji daya hambat ekstrak daun kemangi (Ocinum canum) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans (d) Uji penerimaan masyarakat (organoleptik). Pembuatan permen herbal ini dibuat dengan variasi ekstrak lalu dilakukan uji karakteristik seperti analisis kadar air, kadar gula, kadar serat kasar dan analisis kadaluarsa. Setelah di uji karakteristiknya permen herbal ini di uji daya hambatnya terhadap pertumbuhan bakteri untuk mengetahui sejauh mana kemampuan permen kemangi ini dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan tahapan yang terakhir dalam penelitian ini yaitu menguji sejauh mana masyarakat menyukai permen herbal kemangi ini.
Dari penelitian ini diharapkan memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun kemangi (Ocinum canum), maka semakin besar pula daya hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus viridans. Sehingga permen herbal dari ekstrak daun kemangi ini dapat mencegah timbulnya bau mulut.

1 komentar:

  1. Mbak pembuatan atau mencari bakteri streptococcus viridans di jogja dimana ya mbak? Terimakasih

    BalasHapus