Pemanfaatan Daun Nanas (Ananas comosus) sebagai Bioadsorben logam Ag dan Cu pada Limbah
Cair Industri Perak di Kotagede,
Yogyakarta
Eko Budiyanto1, Ardi Yuli Wardani2, dan Winda Nirmala3
1) Mahasiswa
Pendidikan Kimia S1, 2), 3)
Mahasiswa Kimia S1
Universitas Negeri Yogyakarta
RINGKASAN
Industri Perak
Kotagede merupakan salah satu industri kreatif yang ada di Yogyakarta.
Perkembangan ini menjadi dua sisi mata pisau, dimana semakin berkembangnya
industri ini maka semakin tinggi pula jumlah limbah yang dihasilkan. Hal ini
akan menjadi sangat parah jika tidak ditangani dengan baik. Diantara limbah
yang dihasilkan terdapat logam Ag dan Cu, kadar logam ini mencapai 0,052 ppm dan 11,547 ppm dimana sudah melampaui ambang batas. Namun disisi lain terdapat
tumbuhan nanas dimana serat daunnya mengandung banyak sellulosa (69,5-71,5 %)
dimana telah kita ketahui bersama bahwa selullosa dapat menjerap logam karena
adanya gugus –OH yang cukup melimpah. Oleh karena itu solusi yang ditawarkan
adalah memanfaatkan daun nanas sebagai bioadsorben logam Ag dan Cu pada
khususnya. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) Mengetahui karakteristik bioadsorben yang dihasilkan dari daun nanas (Ananas comosus)
(b) Mengetahui daya adsorbsi bioadsorben dari daun nanas (Ananas
comosus) terhadap logam Cu dan Ag
(c) Mengetahui pengaruh jumlah/luas permukaan bioadsorben dari daun nanas (Ananas
comosus) terhadap logam Cu dan Ag
yang teradsorbsi.
Penelitian
ini dilakukan dalam dua tahapan yaitu (1) Pembuatan bioadsorben dari daun nanas (Ananas
comosus) (2) Karakterisasi bioadsorben dari daun nanas (Ananas comosus). Pembuatan
bioadsorben dari daun nanas dilakukan dengan cara mengaktivasi daun nanas yang
sudah dihaluskan dengan larutan NaOH 2% selama kira-kira 24 jam. Selanjutnya
dilakukan uji karakterisasi bioadsorben dari daun nanas dengan empat tahapan
atau empat karakterisasi yaitu (a) Penentuan kadar air (b) Penentuan kadar abu (c)
Penentuan daya serap terhadap I2 (d) Penentuan
daya serap terhadap logam Cu dan Ag pada limbah cair.
Pada
penelitian ini diharapkan memperoleh kesimpulan bahwa semakin besar jumlah/luas permukaan bioadsorben
dari kulit nanas (Ananas comosus) dengan
limbah cair industri perak
maka semakin banyak logam Cu dan Ag yang teradsorbsi. Selain itu
penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi bidang pertaniaan untuk
meningkatkan nilai guna tanaman nanas dan bagi bidang industry meningkatkan
nilai etika dalam berbisnis.